3 Makanan yang akan dicoba di Korea

Kamis 16.37 by rendy pratama 4 komentar
Makanan apa yang ingin saya cicip di Korea?? Kenapa saya ingin Ke Korea? Alasanya ada banyak sekali dan untuk saya pribadi jujur, jika saya berkesempatan untuk menginjakan kaki disana saya akan  langsung berwisata kuliner untuk mencicipi 3 makanan asal Korea. Apakah itu? Ini dia ketiga makanan Korea yang ingin saya coba.
1.Kimchi
Kimchi
Kimchi, makanan Korea yang satu ini kerap saya coba membuatnya di rumah,  namun tetap saja makan langsung di Korea rasanya lebih berkesan. Di Indonesia sendiri Kimchi sangatlah terkenal dan populer, mungkin karena banyak orang Indonesia terbius demam Korea, jadi segala  bentuk yang berabau Korea pasti ingin dicobanya termasuk makanan korea yang satu ini. Alasan yang paling mendasar ialah saya suka kimchi dan saya akan berusaha membuat kimchi se’ciamik orang Korea.
 
Kimchi School
Nah selain itu ada sekolah kimchi di Korea tepatnya di Seoul, kita juga bisa belajar langsung membuat Kimchi. Tuh kan seru banget!! Pokoknya “Kimchi School” akan menjadi tempat tujuan saya untuk mengetahui bagaimana cara membuat Kimchi yang benar.
2.Tteok
 
Tteok
Makanan selanjutnya, saya akan mencoba Tteok. Tteok adalah salah satu makanan cemilan orang Korea yang terbuat dari tepung beras. Tteok ini disajikan dalam acara-acara besar seperti ulang tahun dan pesta besar.
Salah satu alasan saya ingin coba (lagi) makanan ini adalah ketika paman saya pulang dari Korea kemudian membawa oleh-oleh sekotak Tteok rasanya cukup lezat dan membuat saya ketagihan. Pada umumnya Tteok berbetuknya kecil, unik dan menarik. Di Korea sendiri kabarnya untuk mendapatkan makanan ini tidaklah sulit karena dijual di pasar-pasar atau bahkan toko khusus yang menjual Tteok. 
 
Museum Tteok
Selain ingin mencicipi Tteok, saya pun akan mencoba datang ke Museum Tteok yang terletak di Seoul. Kabarnya di museum ini terdapat aneka macam Tteok hingga kafe yang menyediakan aneka macam makanan Korea yang terbuat dari tepung beras. Wah sepertinya menarik dan wajib dikunjungi.
3.Toppoki
 
Toppoki
Terakhir, saya penasaran dengan Toppoki. Makanan ini terbuat dari tepung beras dipotong panjang-panjang kemudian disajikan dengan saus cabai. Menurut informasi yang saya peroleh makanan Korea yang satu juga sama terkenalnya dengan Kimchi. Alasan saya  ingin mencicipi makanan ini di Korea adalah bentuknya yang unik. Makanan ini mudah diperoleh di pingir jalan. Selain itu makanan ini selalu membuat saya penasaran karena sering muncul di serial drama.
Semoga ketiga makanan ini mampu membawa saya terbang ke Korea. Keunikan kuliner Korea memang wajib diacungi jempol, sebab makanan Korea terkenal dengan makanan yang sehat jadi untuk siapapun yang ingin mencicipinya tidak perlu khawatir lagi.

Kita Butuh Simbiosis Mutualisme dalam Bekerja

09.50 by rendy pratama 1 komentar

(Sumber gambar : http://magicalstringcamp.blogspot.com/)

Simbiosis mutuaisme jika diartikan adalah hubungan sesama makhluk hidup yang slaling menguntungkan. Di lingkungan pekerjaan sendiri hal ini sangatlah dibutuhkan untuk menjalin kerjasama dan realitionship yang baik antar pekerja lainnya. Bergelut dengan lingkungan kerjaan sudah sepantasanya kita mengenal karakter rekan kerja kita masing-masing. Bersosialisasi ialah kata kunci yang harusnya dipahami dalam dunia pekerjaan. Tidak ada alasan untuk tidak saling peduli dengan keadaan satu sama lain, sedangkan bekerja dalam satu organsasi adalah kerja sama satu team yang solid.
Ketika kita masuk di dalam sebuah dunia kerja, sangatlah berbeda dari lingkungan sekolah atau kampus tempat kita menuntut ilmu. Jika di perkuliahan kita hanya belajar teorinya saja, saat ini bukan hanya teori melainkan praktek langsung. Menjalin realitionship yang baik antara pekerja lainnya memang sangatlah dibutuhkan, karena bekerja bukan hanya mengadalkan kemampuan kita saja dalam melakukan berbagai tugas pekerjaan sebagaimana hal itu sudah menjadi tanggung jawab rutin kita sehari-hari.  Akan tetapi faktor keberhasilan tersebut ditentukan oleh menjalin hubungan sosial yang baik terhadap sesama rekan kerja lainnya. 
 (Sumber gambar: http://flashious.com/management/teamwork-efficiently/#)

Usia mempengaruhi
Kadang seringkali kita menemukan karakter yang berbeda-beda dengan usia yang berbeda-beda pula. Sisi emosional karyawan yang baru memasuki dunia kerja mungkin masih dibilang tidak stabil karena mereka baru pertama kali mengalami tekan berbeda dengan mereka yang sudah memiliki pengalman sebelumnya. Karyawan saperti ini sangat butuh pengalaman, karena bekerja pun melatih kuatnya mental kita meghadapi tekanan dari berbagai sisi.
Bergaul dengan mereka dengan usia terpaut jauh lebih tua  membuat kita lebih banyak belajar. Belajar dari mereka yang tentunya memiliki pegalaman lebih banyak akan membuat kita mulai terbiasa dan tumbuh secara dewasa dalam bersikap. Berbeda halnya dengan mereka yang usianya sejajar dengan kita, rasa egoistis akan masih terlihat di masing-masing. Tapi satu hal lagi yang perlu diingat usia bukanlah landasan utama seseorang mampu bersikap dewasa, tapi pengalaman adalah guru terbaik yang mengajarkan kita arti kedewasaan.
Saling Peduli
Saling peduli itu mungkin sulit apalagi jika kita selalu memandang teman kita adalah pesaing untuk kita. Tempat bekerja bisa dikatakan rumah  kedua, jadi pintar-pintarlah untuk saling peduli dan empati terhadap sesama. Di luar perusahaan lain masih banyak pengalaman relationship yang lain yang bisa kita dapatkan dengan karakter orang yang berbeda-beda. Kalau kita tidak bisa peduli dengan keadaan sesama jangan harap kita bisa berkembang disebuah perusahaan baru nantinya.
Kelebihan VS Kelemahan
Setiap sisi manusia pasti memiliki sisi kelebihan dan kekurangan masing-masing yang tidak bisa ditolerir lagi. Poinnya kita harus sadar dimana letak kemampuan kita dan dimana letak kelemahan kita. Itu sebabnya di perusahaan berlaku adanya simbiosis mutualisme, saling menguntungkan satu sama lain. Kita harus yakin dengan  kemampuan orang lain tanpa mencap dia “Bodoh” atau tidak percaya dengan kemampuan seseorang.
 (Sumber gambar: http://musikeksis.blogspot.com/)

Karena tidak ada satu orangpun yang bisa bekerja sendiri, ia pasti membutuhkan bantuan orang lainnya. Seperti senar gitar, jika hanya ada satu senar tidak akan menghasilkan suara iringan musik merdu yang dihasilkan gitar, karena satu senar saling mempengaruhi terhadap senar lainnya. Seperti itulah kita saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lain.